<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Refleksi Iman Kristen</title>
	<atom:link href="http://refleksiiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://refleksiiman.wordpress.com</link>
	<description>Dari Iman menuju kepada Iman</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2008 12:55:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='refleksiiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1e4088eb869fbe16f86126e7ff093978?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Refleksi Iman Kristen</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kebebasan artinya Keterikatan</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/12/kebebasan-artinya-keterikatan/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/12/kebebasan-artinya-keterikatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 13:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[keterikatan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung-jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;.Kebebasan sejati berada dalam pagar-pagar Allah&#8230;.
Apakah kebebasan itu? Seringkali manusia menyatakan kebebasannya dengan suatu kondisi yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Bebas, tidak ada paksaan, tidak ada kekangan. Apakah benar demikian?
Memang sepertinya benar. Kalau seseorang itu dinyatakan bebas maka dia sesungguhnya boleh melakukan apapun yang dia inginkan tanpa ada paksaan oleh siapapun. Tetapi kalau direnungkan lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=76&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230;.Kebebasan sejati berada dalam pagar-pagar Allah&#8230;.</em></p>
<p>Apakah kebebasan itu? Seringkali manusia menyatakan kebebasannya dengan suatu kondisi yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Bebas, tidak ada paksaan, tidak ada kekangan. Apakah benar demikian?</p>
<p>Memang sepertinya benar. Kalau seseorang itu dinyatakan bebas maka dia sesungguhnya boleh melakukan apapun yang dia inginkan tanpa ada paksaan oleh siapapun. Tetapi kalau direnungkan lebih mendalam, sesungguhnya kebebasan itu juga tidak mutlak bebas. Kebebasan yang sejati sebenarnya ada dalam keterikatan. Kebebasan adalah keterikatan.</p>
<p>Apakah maksudnya?<span id="more-76"></span></p>
<p>Ini dikarenakan kebebasan mutlak tidaklah mungkin dilakukan. Kenapa bisa demikian?</p>
<p>1. Kebebasan tidak berarti kita bisa semaunya melakukan yang kita lakukan. Misalnya anda bertekad dengan kebebasan mutlak, mau membunuh satu orang setiap harinya. Apakah kebebasan itu diperbolehkan?</p>
<p>2. Kebebasan satu orang diperhadapkan dengan kebebasan orang lainnya. Tidaklah mungkin satu orang bisa melakukan sesuatu dengan bebasnya kepada orang lain, karena apa yang dia lakukan, orang lainpun boleh melakukan hal yang sama. Disini kebebasan bisa &#8220;bersinggungan atau bertubrukan&#8221; dengan kebebasan orang lain.</p>
<p>3. Kebebasan merupakan suatu tanggung-jawab kepada Allah yang memiliki sumber asali dari kebebasan tersebut. Sehingga setiap tingkah laku &#8220;bebas&#8221; manusia itu haruslah bertanggung-jawab kepada Allah yang empunya sumber kebebasan sejati.</p>
<p>Kalau demikian, bagaimanakah sesungguhnya kebebasan itu?</p>
<p>Kebebasan sejati terjadi kalau anda &#8220;mengikatkan diri&#8221; dalam pagar-pagar aturan, kasih dan keadilan Allah. Allahlah yang menjadi tolak ukur anda untuk melakukan kebebasan yang Allah berikan kepada anda. Kebebasan andapun pada akhirnya diminta pertangung-jawab dari Allah.</p>
<p>Apa maksudnya?</p>
<p>Pahamilah siapakah Allah itu. Apakah Allah merupakan sumber kejahatan? Apakah Allah memiliki sifat iri, dengki dan sebagainya? Tidak saudaraku. Tidak ada kejahatan dalam diri Allah, yang ada ialah kebaikan. Karena itulah kebebasan harus ditempatkan pada sifat ilahi Allah itu sendiri.</p>
<p>Misalnya, Allah adalah Kasih. Maka anda bebas melakukan tindakan kasih kepada siapapun juga. Anda boleh mengasihi dengan siapapun yang anda inginkan. Ini tidak akan bersinggungan atau bertubrukan dengan kebebasan orang lain. Allah adalah maha pemurah&#8230;, maka anda bebas mencerminkan kemurah-hatian diri anda kepada siapapun yang anda inginkan.</p>
<p>Ini artinya kebebasan adalah keterikatan dalam pagar-pagar sifat ilahi Allah itu sendiri.</p>
<p>Seringkali manusia salah mengartikan kebebasan. Misalnya, saya bebas untuk merokok. Apakah betul? Memang merokok merupakan kebebasan anda, tapi ingatlah, orang lain juga punya kebebasan untuk menghirup udara bersih yang bebas polusi asap rokok. Demikian dengan conoth-contoh lainnya yang demikian banyak bisa anda berikan.</p>
<p>Dunia ini akan bersinar terang, kalau masing-masing umat manusia mempergunakan kebebasan mereka dengan benar.</p>
<p>Kalau anda coba renungkan lebih mendalam lagi, penggunaan kebebasan itu akan berakibatkan pada 2 keterikatan. Pertama, kalau anda menggunakan kebebasan pada pagar-pagar sifat ilahi Allah, maka kebebasan anda tetap menjadi kebebasan. Tetapi ketika anda sudah mempergunakan kebebasan anda untuk satu tindakan yang kurang benar&#8230;, maka anda sudah terikat pada hal kurang benar yang anda lakukan tersebut.</p>
<p>Misalnya saja, anda seorang yang bebas dari narkoba. Memang anda punya kebebasan untuk melakukan &#8220;menghisap&#8221; narkoba atau tidak. Selama anda mengikatkan diri pada aturan dan hukum Allah, selama itu juga anda punya kebebasan untuk mau melakukan narkoba atau tidak. Tapi perhatikan kalimat berikut ini: Ketika anda memilih mempergunakan narkoba, saat itu kebebasan anda sesungguhnya sudah anda jual. Anda sudah sungguh-sungguh terikat.</p>
<p>Apa maksudnya? Ketika anda mencoba narkoba, anda bisa katakan anda bebas&#8230;, betul. Sekali digunakan, dua kali dan seterusnya, anda menjadi ketagihan dan anda sudah terikat pada narkoba itu sendiri. Anda sesungguhnya sudah tidak bebas lagi, anda sudah terikat untuk tetap dan terus mempergunakan narkoba. Bahkan anda bersedia untuk melakukan apapun, baik itu mencuri hingga menjual diri demi memenuhi &#8220;keterikatan&#8221; anda terhadap narkoba. Menyedihkan memang&#8230;.</p>
<p>Karena itu, kebebasan adalah sebuah tanggung-jawab kepada Allah, karena kebebasan sesungguhnya adalah keterikatan.</p>
<p>Berhati-hatilah mempergunakan kebebasan anda. Karena kebebasan selalu berhubungan dengan keterikatan.</p>
<p>Bagaimana dengan anda? Apakah anda sungguh-sungguh bebas?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=76&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/12/kebebasan-artinya-keterikatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miskin yang Kaya</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/11/miskin-yang-kaya/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/11/miskin-yang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 15:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Sorga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Anda adalah orang yang kaya&#8230;
Apakah kemiskinan? Negara umumnya dikategorikan miskin atau tidaknya dari pendapatan perkapita. Dengan demikian, definisi kemiskinanpun diukur dengan banyaknya penghasilan yang dimiliki. Definisi kemiskinan ini yang menjadi tolok ukur gaji pegawai terendah pada tiap wilayah kabupaten di Indonesia yang sering diistilahkan dengan UMR (upah minimum regional). Pajak juga diukur dengan pendapat seseorang. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=72&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230; Anda adalah orang yang kaya&#8230;</em></p>
<p>Apakah kemiskinan? Negara umumnya dikategorikan miskin atau tidaknya dari pendapatan perkapita. Dengan demikian, definisi kemiskinanpun diukur dengan banyaknya penghasilan yang dimiliki. Definisi kemiskinan ini yang menjadi tolok ukur gaji pegawai terendah pada tiap wilayah kabupaten di Indonesia yang sering diistilahkan dengan UMR (upah minimum regional). Pajak juga diukur dengan pendapat seseorang. Yang bergaji lebih dari 1 juta / bulannya, mulai dikenakan pajak.</p>
<p>Pertanyaannya&#8230;, apakah benar definisi tersebut?</p>
<p>Saya mempunyai pemikiran yang lain.<span id="more-72"></span></p>
<p>Bagi saya, miskin tidaknya diukur dari <strong>memberi dan menerima</strong>. Siapa yang memberi&#8230;, dia kaya dan siapa yang menerima&#8230;, dia miskin.</p>
<p>Bagaimanakah maksudnya? </p>
<p>Saya akan uraikan dalam bentuk cerita.</p>
<p>Adalah seorang anak di Indonesia yang bernama Ujang. Si Ujang ini seorang yatim piatu, memang dia punya peninggalan harta orang-tua, tapi itu tidaklah seberapa. Untuk menghidupi dirinya, ia menjadi pengangkut belanjaan ibu-ibu yang berbelanja di pasar. Sedikit memang penghasilannya, namun itu sudah lebih dari cukup untuk makan sehari-hari. Ia sudah putus sekolah namun masih membiayai seorang adiknya yang masih sekolah.</p>
<p>Sang adik yang masih kecil itu, sadar sesungguhnya bahwa mereka itu sangatlah miskin dan sering menjadi bahan tertawaan dan ejekan anak-anak lainnya. Tetapi dalam pergumulan sang adik, dia berpikir lain lagi. Sang adik punya kelebihan atau karunia untuk mendengarkan keluhan teman-temannya. Sehingga kalau ada temannya yang mengalami masalah, dia bersedia untuk mendengar dan memberikan saran-saran yang sangat berharga bagi teman-temannya. Lama kelamaan ia semakin disukai oleh banyak anak-anak dan menjadi sandaran bagi orang yang sedang kesusahan untuk berbagi cerita.</p>
<p>Suatu hari sang adik berkata kepada kakaknya: &#8220;Kak&#8230;, ternyata saya tidak miskin.&#8221;</p>
<p>Sang kakak bingung&#8230;, kemudian bertanya kenapa adiknya berkata demikian. </p>
<p>Sang adik menimpali: &#8220;Kak, saya memang tidak punya uang, tapi saya punya sesuatu yang bisa saya berikan kepada orang lain&#8230;, saya bisa mendengarkan keluhan mereka dan memberikan saran-saran berharga yang menguatkan mereka ketika dalam kesusahan. <strong>Saya ternyata tidak miskin, karena saya dapat memberi</strong>&#8220;.</p>
<p>Sengaja saya berikan bold (huruf tebal) yang menjadi point utama dari definisi ulang mengenai kaya-miskin.</p>
<p>Kaya adalah kalau anda memberi.</p>
<p>Miskin adalah kalau anda menerima.</p>
<p>Seorang yang kaya raya, pengusaha sukses, konglomerat, tetapi masih saja &#8220;memeras&#8221; pegawainya yang miskin, itu artinya ia masih mengambil. Dia tidak lagi memberi, tapi sudah mengambil atau menerima. Pengusaha tersebut dapat dikategorikan seorang yang miskin. Meskipun ia sudah kaya raya&#8230;, namun sesungguhnya ia sangat miskin&#8230;, karena masih saja mengambil dan mengambil.</p>
<p>Seseorang yang tidak punya apapun&#8230;, jikalau ia memberi dan memberi, meskipun tidak dalam bentuk uang, dapat kita kategorikan sebagai orang kaya.</p>
<p>Apakah sesungguhnya arti dari kaya dan miskin?</p>
<p>Saudaraku&#8230;, hidup kita didunia ini hanyalah sementara. Kaitkanlah hidup dalam kesementaraan ini dengan kekekalan di Sorga. Allah demikian kaya melimpah, maka kekayaan Sorgawi akan menjadi milik kita.</p>
<p>Kalau anda banyak memberi di dunia ini, maka Allah adalah Allah yang adil, maka anda adalah seorang yang kaya, tentu saja kekayaan sorga menjadi kekayaan anda.</p>
<p>Kalau anda banyak mengambil di dunia ini, maka anda adalah seorang yang miskin dan di akhirat nanti anda akan benar-benar miskin, sesuai dengan hidup anda ketika di dunia. Anda tidak akan memiliki kekayaan kerajaan sorga.</p>
<p>Indonesia memang dalam keadaan kesulitan keuangan yang berat. Tapi bukan hanya Indonesia, resesi juga menghinggapi dunia ini. Seluruh dunia sedang berkeluh kesah. Semua sedang dalam kesulitan.</p>
<p>Ingatlah saudaraku&#8230;, anda tetap kaya.., karena anda punya kekayaan lain yang tidak bisa diukur dengan uang. Peganglah kekayaan itu untuk menatap hari esok dengan lebih baik lagi. Bantulah kesulitan yang bangsa kita sedang alami ini dengan kekayaan anda. Tidak diperlukan harta melimpah untuk membangun indonesia ini, karena sesungguhnya seluruh rakyat indonesia tidaklah miskin.</p>
<p>Anda bisa memberikan senyuman manis anda kepada setiap orang yang lewat, keramah-tamahan anda kepada tetangga anda, ucapan selamat pagi, atau sore setiap anda pergi atau pulang kantor.</p>
<p>Saudaraku&#8230;, berikanlah kekayaan yang anda miliki kepada orang lain&#8230;</p>
<p>Saya memimpikan&#8230;, jikalau seluruh rakyat indonesia saling memberikan keramah-tamahan, memberi senyuman, maka kita akan cepat keluar dari kesulitan.</p>
<p>Sama seperti kesedihan mudah menyebar&#8230;, demikian juga dengan kesukacitaan.</p>
<p>Energi anda dan seluruh rakyat Indonesia tidak lagi diarahkan kepada kesedihan, kesulitan, tapi energi positif berupa sukacita ini, dapat meningkatkan produktifitas kerja setiap orang. Perhatikanlah seseorang yang melamun, tidak bekerja dan hanya merenungi nasib dan bermalas diri&#8230;, seluruh potensinya akan hancur dengan perlahan. Tidak ada lagi kepercayaan diri.</p>
<p>Tapi kalau seluruh rakyat bergairah dalam hidup, maka produktifitas nasionalpun akan meningkat dan kita dengan mudah akan melalui krisis ini.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah kondisi anda yang sesungguhnya saat ini?</p>
<p>Apakah anda kaya atau miskin?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=72&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/10/11/miskin-yang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelan Kegelapan</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/08/menelan-kegelapan/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/08/menelan-kegelapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 13:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap langit]]></category>
		<category><![CDATA[bersinar]]></category>
		<category><![CDATA[kegelapan]]></category>
		<category><![CDATA[Menelan]]></category>
		<category><![CDATA[terang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Kamu adalah terang dunia &#8230;.
Maut, kematian, dunia kegelapan seringkali merupakan sebuah identifikasi terhadap perlawanan dan &#8220;oposisi&#8221; dari Allah itu sendiri. Membicarakan kegelapan dengan lebih &#8220;jernih&#8221; merupakan kenikmatan tersendiri. Pernahkah anda memikirkan apa itu sebenarnya kegelapan?
Coba buatlah sebuah riset mengenai kegelapan. Seandainya anda membuat sebuah ruangan yang tertutup rapat 100%, sehingga tidak ada sebuah celah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=53&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230; Kamu adalah terang dunia &#8230;.</em></p>
<p>Maut, kematian, dunia kegelapan seringkali merupakan sebuah identifikasi terhadap perlawanan dan &#8220;oposisi&#8221; dari Allah itu sendiri. Membicarakan kegelapan dengan lebih &#8220;jernih&#8221; merupakan kenikmatan tersendiri. Pernahkah anda memikirkan apa itu sebenarnya kegelapan?</p>
<p>Coba buatlah sebuah riset mengenai kegelapan. Seandainya anda membuat sebuah ruangan yang tertutup rapat 100%, sehingga tidak ada sebuah celah kecilpun yang ada sehingga bisa meloloskan diri. Ruangan tertutup itu terbuat dari bahan-bahan yang tidak memungkinkan sesuatu apapun bisa meloloskan diri. Tetapi dalam tempat tertutup rapat itu ditempatkan sebuah lampu.<span id="more-53"></span></p>
<p>Sekarang kita analisa dulu mengenai kegelapan tersebut.</p>
<p>Seandainya lampu tersebut kita buat dengan watt yang berbeda, ada 1 watt, 10 watt dan 100 watt. Bagaimanakah kondisi kegelapan dari kamar tersebut? Ternyata yang 1 watt gelapnya remang-remang, 10 watt lebih terang dan 100 watt terang sekali. Jadi kondisi gelap tersebut tergantung pada terang yang ada. Bukan sebaliknya.</p>
<p>Maksudnya?</p>
<p>Kalau ada kegelapan, kemudian datang terang&#8230;, maka kegelapan itu digantikan oleh terang.</p>
<p>Kalau ada terang, kemudian datang kegelapan, maka terang itu tetap bersinar, tidak bisa ditutup oleh kegelapan.</p>
<p>Sekali lagi&#8230;, kita sedang berbicara mengenai cahaya (terang dan gelap), bukannya asap, kabut dan sebagainya.</p>
<p>Apa yang bisa ditangkap oleh hal ini? Terang itu tidak bisa ditutupi oleh kegelapan. Kalau anda berbuat baik, maka kebaikan anda itu tidak bisa diabaikan. Mungkin informasinya di &#8220;tutup-tutupi&#8221;, tetapi dihadapan Allah tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi.</p>
<p>Kalau anda bersinar&#8230;, sejelek apapun orang menindas anda&#8230;, percayalah terang itu tetap bersinar, bahkan menyinari hati manusia yang &#8220;menyembunyikan&#8221; terang tersebut.</p>
<p>Setelah seseorang membunuh&#8230;, maka jiwa yang bersalah itu tidak bisa menutupi dirinya. Mungkin mulut berbohong&#8230;, tetapi hati nurani tetap berteriak&#8230;, karena gelap tidak bisa mengalahkan terang.</p>
<p>Cobalah renungkan prinsip ini&#8230;..</p>
<p>Peganglah kebenaran ini&#8230;, untuk menjadi kekuatan hidup anda&#8230;, untuk tidak takut hidup dalam terang, tidak takut berkata jujur dan tidak takut mengatakan <a title="Kebenaran Sejati" href="http://imankristen.wordpress.com/2008/08/22/kebenaran-sejati/" target="_blank">kebenaran sejati</a>.</p>
<p>Lebih lanjut lagi&#8230;, kembali ke riset yang tadi. Jikalau dalam ruangan yang tertutup rapat 100% itu gelap gulita karena tidak ada setitikpun cahaya yang masuk, kemudian lampu dinyalakan&#8230;, kemanakah perginya gelap itu?</p>
<p>Saya percaya, kecepatan perginya kegelapan itu secepat datangnya kecepatan cahaya juga&#8230;, namun pertanyaannya&#8230;, kemana perginya?</p>
<p>Bukankah kegelapan tidak bisa melarikan diri dan keluar dari ruangan tersebut? Karena seluruh ruangan telah tertutup rapat. Jadi&#8230;, kemana perginya kegelapan itu?</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p><em><strong>Kegelapan DITELAN oleh Terang.</strong></em></p>
<p>Siapakah yang pernah menelan kegelapan? Siapakah yang pernah menelan maut?</p>
<p>Hanya ada satu manusia yang pernah berkata: <em>Hai maut dimanakah sengatmu?</em></p>
<p>Saya tidak akan membahas mengenai siapa manusia tersebut, yang menantang maut dan bisa mengalahkan maut&#8230;</p>
<p>Kita teruskan pemikiran mengenai menelan kegelapan&#8230;</p>
<p>Saudaraku&#8230;, sesungguhnya ketika kita bersinar&#8230;, saat itulah kita juga &#8220;berkesempatan&#8221; untuk menikmati &#8220;kemenangan&#8221; atas kegelapan juga.</p>
<p>Segala macam kepahitan, kesulitan hidup, penderitaan tidak akan terasa&#8230;, kalau kita memfokuskan energi dan pikiran kita kepada terang itu sendiri. Dengan mengarahkan pikiran dan energi kepada terang yang &#8220;kita&#8221; punyai&#8230;, maka kesulitan tidak menjadi kesulitan lagi&#8230;, kesengsaraan tidak menjadi kesengsaraan lagi&#8230;, dukacita tidak menjadi dukacita lagi&#8230;, karena kita tidak melihat hal tersebut dari sudut pandang &#8220;kegelapan&#8221; melainkan kita menilainya dari sudut pandang terang.</p>
<p>Untuk contohnya, anda punya keterampilan memasak dan mempunyai warung masak yang sukses. Kemudian warung itu terbakar habis. Bagaimana reaksi anda?</p>
<p>Sederhana saja jawabannya&#8230;, kemana fokus pikiran anda? Anda fokuskan kepada terbakarnya warung anda atau kepada kemahiran memasak anda yang tidak pernah terbakar&#8230;?</p>
<p>Kalau anda fokuskan energi anda pada kesedihan&#8230;, kedukaan, kemarahan karena terbakarnya warung&#8230;, apa yang jiwa anda akan alami? Tetapi kalau energi anda difokuskan pada kemampuan memasak anda yang tidak pernah terbakar&#8230;, anda berkata&#8230;. &#8220;saya juga dulu memulai dari nol&#8230;, sekarang saya punya pengalaman membangun warung masak dan keahlian memasak saya semakin canggih&#8230;, saya akan memulai lagi&#8230;&#8221; Dengan prinsip seperti ini&#8230;, apakah yang jiwa anda akan alami?</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>Pertanyaan lebih lanjut&#8230;, bagaimanakah anda bisa bersinar terang?</p>
<p>Sedehana saja, anda harus kembali kepada sumber terang itu&#8230;.</p>
<p>karena itu, ingatlah selalu&#8230;</p>
<p><em>&#8230;. Allah adalah Terang &#8230;.</em></p>
<p>bukan berarti Allah mempunyai terang, bukan berarti juga Allah menyimpan terang&#8230;, dan bukan juga Allah memiliki terang&#8230; tapi sesungguhnya itu berarti bahwa Allah adalah terang itu sendiri.</p>
<p>Ketika anda mendekati Allah&#8230;, saat itu juga anda sedang memancarkan (memantulkan) terang&#8230; dan kegelapan dalam diri anda akan hilang dengan sendirinya&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=53&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/08/menelan-kegelapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terjatuh Keatas</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/03/terjatuh-keatas/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/03/terjatuh-keatas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 12:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gravitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keatas]]></category>
		<category><![CDATA[Posisi]]></category>
		<category><![CDATA[Terjatuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; tidak perduli berapa kali anda jatuh&#8230;, yang terpenting adalah berapa kali anda berdiri &#8230;
Pernahkan anda memikirkan bulatan bumi tercinta ini? Seandainya anda berada pada posisi atas bulatan bumi, dan anda memanjat pohon, maka posisi pohon itu lebih tinggi dari bulatan bumi. Kalau anda terjatuh&#8230;, pasti jatuh kebawah. Tetapi coba pikirkan kalau anda berada pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=43&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230; tidak perduli berapa kali anda jatuh&#8230;, yang terpenting adalah berapa kali anda berdiri &#8230;</em></p>
<p>Pernahkan anda memikirkan <a title="Bulatan Bumi" href="http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/03/terjatuh-keatasterjatuh-keatas" target="_blank"><strong>bulatan</strong></a> bumi tercinta ini? Seandainya anda berada pada posisi atas bulatan bumi, dan anda memanjat pohon, maka posisi pohon itu lebih tinggi dari bulatan bumi. Kalau anda terjatuh&#8230;, pasti jatuh kebawah. Tetapi coba pikirkan kalau anda berada pada bagian bulatan bumi paling bawah. Sebenarnya kaki anda berada diatas dan kepala anda dibawah. Kita tidak menyadarinya&#8230;, kenapa? Karena kita berada dalam naungan <em>gravitasi</em>.</p>
<p>Gravitasi ini membuat ketika anda berada dibawah bulatan bumi dan memanjat pohon, ketika terjatuh&#8230;, sesungguhnya anda terjatuh keatas. Apakah anda mengerti maksud tulisan ini?<span id="more-43"></span></p>
<p>Kasus jatuh keatas ini, sebenarnya merupakan gambaran dari sisi kerohanian manusia juga. Malaikat Allah terjatuh keatas karena ingin menjadi seperti Allah. Bagaimana dengan nenek moyang umat manusia? Mereka terjatuh kebawah kemudian terjatuh keatas. Kenapa demikian? Karena mereka mengikuti saran dari Iblis yang menyamar menjadi ular saat itu. Allah diatas, manusia di tengah-tengah dan alam dibawah. Ketika manusia mengikuti perintah ular (alam), maka ia terjatuh kebawah. Kemudian Allah bertanya kenapa mereka melakukan itu? Kerana mereka mau seperti Allah, mau melihat apa yang Allah bisa lihat. Bahkan Adam menuduh Allah-lah yang bersalah karena memberikan Hawa yang membujuk Adam untuk memakan &#8220;buah terlarang&#8221; itu. Disini sesungguhnya Adam juga telah jatuh keatas, karena ingin seperti Allah.</p>
<p>Dalam konteks dunia saat ini, banyak orang yang terjatuh kebawah. Terbuai dan tertipu oleh tawaran &#8220;duniawi&#8221;. Menjadi hamba harta, bahkan banyak yang sangkin miskinnya, rela menjual apa saja bahkan harga diri dan kehormatan untuk sesuap nasi. Banyak pejabat yang korupsi, pedagang yang berjualan dengan tidak jujur, mencuri bahkan hingga membunuh&#8230;, hanya demi harta saja.</p>
<p>Tetapi manusia sesungguhnya bersifat tidak pernah puas diri. Kalau Tuhan mengijinkan untuk terus, maka dia tidak hanya puas dengan &#8220;jatuh kebawah&#8221;. Manusia akan lebih jahat lagi. Seorang pejabat yang korupsi dan punya harta belimpah namun bisa bebas dari jerat hukum&#8230;, punya harta yang tidak habis tujuh keturunan, akan meminta yang lebih lagi. Dia akan minta lebih daripada harta.</p>
<p>Sekarang mulai gila hormat, gila jabatan. Ingin menjadi penguasa, bila perlu penguasa segalanya. Kalau ada yang tidak menurut padanya, akan segera ditindas dan disingkirkan. Tetapi yang menjilat padanya, akan diberikan jabatan dan posisi yang baik.</p>
<p>Bukankah kita akrab dengan istilah &#8220;Harmoko&#8221; = &#8220;Hari-hari omong kosong&#8221;? (Maaf untuk yang punya nama Harmoko). Saya tidak akan melanjutkan dengan istilah lainnya, anda pasti sudah menangkap maksud saya.</p>
<p>Sesungguhnya kita seringkali terjatuh&#8230;, baik terjatuh kebawah maupun terjatuh keatas&#8230;, baik kita sadari maupun tanpa disadari&#8230;</p>
<p>Marilah kita berenung sejenak..</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>Coba perhatikan&#8230;, dimana posisi anda sekarang? Sedang terjatuh kebawah? Terjatuh keatas?</p>
<p>Saudaraku&#8230;,</p>
<p>&#8230;. tidak peduli berapa kali anda terjatuh&#8230;, yang penting berdiri lagi. Dan jangan mau jatuh lagi.</p>
<p>Tapi&#8230;, kenapa sulit sekali bisa berdiri? Kenapa kita terjatuh terus? Lihatlah semangat kita ketika masih kecil dan mencoba menaiki sepeda. Bukankah kita sering jatuh? Kita tidak pernah menangis, karena keingingan untuk menaiki sepeda lebih besar dari ketakutan akan terjatuh. Kita akan bangkit lagi untuk mencoba.</p>
<p>Anak bayi yang sedang berlatih berjalan juga mengalami hal yang sama. Ia terjatuh terus&#8230;, tapi berdiri lagi&#8230;, terjatuh lagi&#8230; berdiri lagi&#8230; dan seterusnya. Setelah bisa berdiri&#8230;, tentu dia tidak ingin jatuh lagi.</p>
<p>&#8230;&#8230; renungkanlah &#8230;..</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;.</p>
<p>Saudaraku&#8230;, Allah ingin anda berdiri.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=43&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/03/terjatuh-keatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lari Mundur</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/01/lari-mundur/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/01/lari-mundur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 13:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Lari mundur]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[perlombaan lari]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. aku berlari sekuatnya dalam perlombaan yang ditetapkan bagiku &#8230;..
Berlari&#8230;
Satu kata sederhana dengan banyak makna. Berlari tentu dengan tujuan yang telah kita tetapkan. Misalnya dalam sebuah perlombaan lari&#8230;, tentu mereka berlari dengan target yang telah ditetapkan, dengan tujuan yang jelas.
Tetapi banyak juga yang berlari asal berlari. Berlari dengan tidak tahu tujuannya kemana. Yang paling parah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=30&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230;. aku berlari sekuatnya dalam perlombaan yang ditetapkan bagiku &#8230;..</em></p>
<p><strong>Berlari&#8230;</strong></p>
<p>Satu kata sederhana dengan banyak makna. Berlari tentu dengan tujuan yang telah kita tetapkan. Misalnya dalam sebuah perlombaan lari&#8230;, tentu mereka berlari dengan target yang telah ditetapkan, dengan tujuan yang jelas.</p>
<p>Tetapi banyak juga yang berlari asal berlari. Berlari dengan tidak tahu tujuannya kemana. Yang paling parah adalah berlari dengan bertolang belakang 180 derajat dari target yang ditetapkan. Semakin jauh ia berlari, semakin jauh juga ia dari target yang telah ditetapkan baginya.<span id="more-30"></span></p>
<p>Manusia hidup didunia ini dengan tujuan tertentu, dengan target tertentu dan tugas tertentu. Itu merupakan tugas anda untuk mengetahui apa kewajiban anda di dunia ini. Kalau anda belum mengetahui apa tugas dan tanggung-jawab anda didunia ini, maka celakalah anda. Anda merupakan orang yang paling dikasihani di dunia ini. Mengapa? Ingat dengan contoh berlari kebelakang tersebut. Atau boleh saya sebut: <a title="Berlari mundur" href="http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/01/lari-mundur/">Lari Mundur</a>. Karena anda tidak tahu kemana arah tujuan anda berlari.</p>
<p>Ada perbedaan antara perlombaan lari dengan tugas manusia di dunia sebagai wakil Allah. Anda didunia ini dituntut pertanggung-jawaban dari Allah. Ini yang harus menjadi perenungan kita bersama. Anda tidak bisa berkata: &#8220;Yah&#8230;, saya santai-santai saja dirumah. Yang penting tidak mengganggu orang lain&#8230;, itu sudah baik&#8230;&#8221;</p>
<p>Tidak saudaraku, anda punya tugas yang harus anda lakukan. Untuk itu Allah telah memberikan bakat dan talenta untuk memperlengkapi saudara. Mungkin anda pintar menyanyi, menyanyilah untuk mempermuliakan Allah. Kalau anda punya bakat komputer, gunakanlah untuk manfaat bagi banyak orang. Anda dituntut pertanggung-jawaban dari Allah atas setiap bakat, talenta, karunia yang telah Allah berikan.</p>
<p>Melarikan diri dari tangung-jawab yang telah Allah berikan, itu berarti anda melepaskan diri dari kasih dan perlindungan Allah. Jiwa anda akan kering, kesepian, ketakutan, merasa tersendiri dan sebagainya. Kondisi yang menyedihkan ini tidak bisa anda halau dari diri anda. Mungkin anda bisa membius diri sejenak melalui pekerjaan, minum-minuman atau bahkan narkoba, tetapi sesungguhnya anda sedang berlari mundur dengan sekencang-kencangnya. Semakin kencang, semakin rusak jiwa dan raga anda.</p>
<p>Dalam riset kedokteran, maka penyakit yang paling merasuk tubuh manusia adalah penyakit pikiran. Pikiran yang risau, kuatir, resah&#8230;, merupakan potensi utama untuk memicu penyakit lainnya dalam tubuh anda. Semakin anda berlari mundur, sebenarnya anda sedang semakin menimbun dan memicu berbagai penyakit dalam diri anda sendiri.</p>
<p>Saudaraku, jikalau sekarang anda ada didalam perlombaan lari&#8230;, <em>kemanakah </em><strong>arah</strong><em> lari anda?</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=30&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/01/lari-mundur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Koran Bolong</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/29/membaca-koran-bolong/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/29/membaca-koran-bolong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 12:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[api pemurnian]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Koran bolong]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. api kesulitan memurnikan iman &#8230;
Alkisah ada seorang bapak ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Tetapi apa mau dikata, dunia ini begitu penuh dengan tipu daya, termasuk juga ide dan pemikiran yang dapat meracuni pikiran sang anak. Karena itu, sang bapak coba &#8220;melindungi&#8221; sang anak dengan cara memproteksi dari informasi-informasi yang bagi sang ayah dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=21&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230;. api kesulitan memurnikan iman &#8230;</em></p>
<p>Alkisah ada seorang bapak ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Tetapi apa mau dikata, dunia ini begitu penuh dengan tipu daya, termasuk juga ide dan pemikiran yang dapat meracuni pikiran sang anak. Karena itu, sang bapak coba &#8220;melindungi&#8221; sang anak dengan cara memproteksi dari informasi-informasi yang bagi sang ayah dapat merusak anaknya. Termasuk koran tentunya.</p>
<p>Apa yang dilakukan sang bapak? Setiap hari, ia bangun pagi-pagi sekali, lalu melahap semua isi koran pagi tersebut. Kemudian menggunting bagian-bagian koran yang dianggapnya kurang baik, setelah itu meletakkan koran tersebut di tempatnya untuk dibaca anaknya.</p>
<p>Apa yang terjadi kemudian? Apakah reaksi sang anak? Bagaimana menurut anda kelanjutan cerita tersebut?<span id="more-21"></span></p>
<p>Sederhana saja&#8230;.</p>
<p>Sang anak malah sangat tertarik dengan koran yang bolong itu. Fokus dan pikirannya tertuju bukan pada isi koran yang masih ada, malah pada yang bolong tersebut. Kenapa bisa bolong? Apa sih sebenarnya isinya? Kenapa ayah mengguntingnya? Kenapa saya tidak boleh membaca?</p>
<p>Dorongan itu malah membuat sang anak mencari tahu dan berusaha melihat apa yang &#8220;sengaja&#8221; disembunyikan sang ayah.</p>
<p>Menyembunyikan sesuatu yang kita anggap sekalipun kurang baik, demi melindungi orang yang kita kasihi, bukanlah jalan keluarnya. Sejauh mana kita bisa melindungi? Sejauh mana kita bisa memproteksi? Yang terbaik adalah menumbuhkan iman sang anak dengan prinsip-prinsip yang benar. Karena kalau imannya sudah benar, kemana saja pergi, sang ayah tidak perlu takut. Sang anak bisa memproteksi diri sendiri. Tentu ia membaca dan melihat hal-hal yang kurang berguna , tetapi pondasi imannya akan melatihnya.</p>
<p>Latihan yang terbaik bukanlah melarikan diri dari masalah, tetapi menyelesaikan masalah tersebut. Bagaikan emas murni, tingkat kemurniannya tergantung seberapa lama emas tersebut dibakar dan dilebur, seberapa lama emas tersebut berada didalam &#8220;api pemurnian&#8221;.</p>
<p>Melepaskan sang anak dari kesulitan dan api pemurnian malah membuat anak tersebut menjadi anak yang cengeng, lemah dan tidak tangguh. Tetapi melibatkannya dalam &#8220;api kesulitan&#8221; akan membuatnya semakin cemerlang. Tentu ini diperlukan persiapan iman yang baik, bagaimana sejak dini melatih kejujuran, kebaikan dan penghargaan dengan <a title="Kebenaran Sejati" href="http://imankristen.wordpress.com/2008/08/22/kebenaran-sejati/" target="_blank">kebenaran sejati</a> itu. Ini diperlukan, bahkan sangat diperlukan bagi perkembangan yang sehat.</p>
<p>Coba perhatikan ikan di air deras dan ikan di air tenang, berbeda bukan hasilnya? Ikan di air deras lebih sehat dan kuat, lebih besar, lebih gesit. Demikian juga dengan iman kita.</p>
<p>Kalau anda sebagai sang bapak, apa yang anda perbuat pada koran tersebut?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=21&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/29/membaca-koran-bolong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan dan Politik</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/27/iklan-dan-politik/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/27/iklan-dan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 13:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Awan]]></category>
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kredibilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;Dari buahnyalah engkau akan mengenal pohonnya&#8230;.
Mencermati perkembangan iklan di televisi saat ini, apalagi setelah dibukanya keran kampanye untuk periode pemilihan Presiden tahun 2009, menimbulkan eforia baru dalam iklan televisi. Mulai muncul iklan-iklan televisi dengan corak dan warna yang baru, yaitu mengedepankan &#8220;kepentingan rakyat&#8221;.
Dari yang mulai beriklan dengan orang-orang yang berprestasi, membela rakyat dengan mengedepankan rakyat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=16&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8230;Dari buahnyalah engkau akan mengenal pohonnya&#8230;.</em></p>
<p>Mencermati perkembangan iklan di televisi saat ini, apalagi setelah dibukanya keran kampanye untuk periode pemilihan Presiden tahun 2009, menimbulkan eforia baru dalam iklan televisi. Mulai muncul iklan-iklan televisi dengan corak dan warna yang baru, yaitu mengedepankan &#8220;kepentingan rakyat&#8221;.</p>
<p>Dari yang mulai beriklan dengan orang-orang yang berprestasi, membela rakyat dengan mengedepankan rakyat kecil sebagai wakil mereka dengan menduduki jabatan ketua organisasi tertentu, menunjukkan potensi-potensi di pelosok-pelosok yang perlu dikembangkan dan sebagainya.</p>
<p>Apakah itu sesuatu hal yang tabu? Ataukah memang semestinya demikian?</p>
<p>Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan:<span id="more-16"></span></p>
<p>1. Membela kepentingan rakyat adalah hal yang penting. Semua iklan itu perlu adanya, karena memang itulah yang rakyat inginkan. Memberikan impian itu juga penting, karena hidup tanpa impian adalah hidup yang tidak berarti. Impian menggerakkan energi kita untuk mencapai sesuatu yang lebih baik lagi.</p>
<p>2. Pembuktian adalah kunci dari iklan tersebut. Kita bisa melihat buktinya dari &#8220;jejak&#8221; yang mereka pernah torehkan, walaupun kita tidak boleh menutup mata atas kemungkinan &#8220;perubahan&#8221; pada setiap manusia.</p>
<p>Dari kedua hal itu, manakah yang peling penting? Poin 1 atau 2?</p>
<p><strong>Tindakan lebih penting dari kata-kata.</strong> Apa yang dilakukan itu lebih bermakna dari pada apa yang dikampanyekan.Kita bisa melihat jejak masa lampau mereka, dan kalau ada yang &#8220;terbuai&#8221; dan memilih mereka yang akhirnya menjadi Presiden, kita bisa melihat jejak yang mereka torehkan pada masa kepemimpinan mereka. Tetapi bukankah &#8220;memelihara&#8221; kelangsungan negara tidak mudah, kalau boleh dikatakan sangat sulit? Sehingga kalau seseorang gagal memimpin sesuatu, bukankah dia bisa berkilah bahwa merubah sesutu itu tidak mudah?</p>
<p>Kalau demikian bagaimana bisa menilai kemampuan seseorang?</p>
<p>Sesungguhnya, kemampuan pribadi setiap orang yang mengajukan diri menjadi seorang pemimpin bangsa, tentu tidaklah sembarangan. Setiap orang yang mencalonkan diri tentulah sudah mempunyai &#8220;kualitas dasar&#8221; dalam memimpin sebuah bangsa. Kemampuan pribadi itu tidaklah diragukan. Dalam hal ini, saya tidak merisaukan akan slogan &#8220;berpengalaman&#8221; dan &#8220;tidak berpengalaman&#8221;. Kalau demikian, bagaimana menilainya?</p>
<p><strong>&#8230;Dari buahnyalah kita mengenal pohonnya&#8230;.</strong></p>
<p>Ini prinsip yang baik untuk kita pelajari. Pohon anggur tidak mungkin menghasilkan buah semangka, semak duri tidak mungkin menghasil apel. Seseorang yang berkualitas akan terlihat dari tindak tanduknya. Bagaimana melihatnya?</p>
<p>Sederhana saja, diadakan &#8220;tes kredibilitas&#8221; pada hidup kesehariannya. Dilihat bagaimana sikapnya dirumah terhadap pembantu, supir atau bawahan yang paling kecil dalam lingkup kerjanya. Di tes juga secara psikologis terhadap keluarganya mengenai pandangan mereka terhadap sang calon presiden, baik sang istri dan anak-anaknya. Ini penting sekali. Parameter ini tidak bisa diabaikan, karena bukti &#8220;buah&#8221; yang sesungguhnya dari &#8220;pohon&#8221; kredibilitas pemimpin hanya bisa dilihat dari &#8220;pola&#8221; hidup kesehariannya.</p>
<p>Ini memang tidak mudah&#8230;, tapi bisa dipikirkan&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=16&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/27/iklan-dan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katak dan Kerajaan Katak</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/20/katak-dan-kerajaan-katak/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/20/katak-dan-kerajaan-katak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 14:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[anugrah Allah]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan katak]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://refleksiiman.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan katak yang berada didalam sebuah sumur yang dalam. Tidak pernah ada seekor katakpun yang didalam sejarah pernah keluar dari tempat tersebut. Sehingga tidak ada yang pernah melihat dunia luar.
Suatu ketika, seekor katak keluar dari sumur tersebut dengan susah payahnya. Dia keluar dari sumur, melihat ada rumput hijau, kerbau, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=13&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada jaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan katak yang berada didalam sebuah sumur yang dalam. Tidak pernah ada seekor katakpun yang didalam sejarah pernah keluar dari tempat tersebut. Sehingga tidak ada yang pernah melihat dunia luar.</p>
<p>Suatu ketika, seekor katak keluar dari sumur tersebut dengan susah payahnya. Dia keluar dari sumur, melihat ada rumput hijau, kerbau, kambing dan domba, lihat pohon yang besar dan sebagainya. Semua itu begitu mengagumkannya, sehingga hasratnya begitu menggebu-gebu untuk menceritakannya kepada seluruh kerjaan katak.</p>
<p>Katak tersebut masuk kembali ke dalam sumur, tetapi karena suatu dan lain hal, terjadi longsor pada jalur perjalanan katak tersebut keluar dari sumur, sehingga tidak ada tempat berpijak yang aman untuk keluar dari sumur tersebut.<span id="more-13"></span></p>
<p>Akhirnya tibalah saatnya sang katak tersebut bercerita kepada seluruh rakyat di kerajaan katak tersebut.</p>
<p>Apakah yang terjadi?</p>
<p>Tentu saja mereka tidak percaya sama sekali, karena itu diluar kemampuan mereka untuk mengerti. Itu diluar batasan mereka untuk mempercayai, dan itu juga diluar nalar mereka untuk menyetujui. Akhirnya yang ada ialah &#8220;ngotot-ngotot&#8221;-an. Katak itu kalah akhirnya, karena ia tidak ada bukti yang bisa diberikan.</p>
<p>Demikian juga dengan kelahiran kembali. Lahir baru itu sulit untuk diceritakan dan tidak akan pernah dimengerti oleh mereka yang tidak pernah dilahir-barukan kembali. Ini membuat posisi yang sangat sulit untuk berdiskusi satu sama lainnya.</p>
<p>Demikian juga dengan kekristenan. Setelah lahir baru dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka Roh Kudus dicurahkan. Roh yang tidak terbatas memampukan umat Kristiani untuk melihat dan merasakan hal-hal yang diluar keterbatasan manusia untuk mengerti akan kebenaran Allah sejati.</p>
<p>Umat Kristiani mulai melihat Kristus dengan kacamata yang benar. Tetapi ini tidak dialami untuk orang yang belum lahir baru. Disinilah ketegangan itu mulai terjadi.</p>
<p>Tuhan tolonglah saya untuk terus diperbaharui dan menikmati segala kelimpahan anugrah Allah yang ajaib. Amen.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=13&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/20/katak-dan-kerajaan-katak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menatap langit</title>
		<link>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/13/menatap-langit/</link>
		<comments>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/13/menatap-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 01:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menatap langit]]></category>
		<category><![CDATA[langit]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Menatap langit merupakan hal yang perlu dilakukan, terutama kalau mau hujan. Kenapa demikian? Karena itu menentukan langkah kita selanjutnya, apakah mau terus berangkat atau tidak. Kalau tetap berangkat, apakah sudah membawa peralatan yang diperlukan untuk mengantisipasi kalau hujan nanti terjadi.
Sebenarnya ketika sedang menatap langit, itu juga saatnya kita untuk menatap Tuhan semesta alam. Seringkali kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=1&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menatap langit merupakan hal yang perlu dilakukan, terutama kalau mau hujan. Kenapa demikian? Karena itu menentukan langkah kita selanjutnya, apakah mau terus berangkat atau tidak. Kalau tetap berangkat, apakah sudah membawa peralatan yang diperlukan untuk mengantisipasi kalau hujan nanti terjadi.</p>
<p>Sebenarnya ketika sedang menatap langit, itu juga saatnya kita untuk menatap Tuhan semesta alam. Seringkali kita tidak memperhatikan Dia untuk menentukan seluruh langkah dan aktifitas kita. Menyedihkan memang, tapi itulah fakta hidup.<span id="more-1"></span></p>
<p>Tulisan dalam blog ini juga dibuat agar hati ini terus menatap kepada Tuhan. Seringkali dalam senang kita lupa akan Dia, tetapi saat kesulitan datang, kita berteriak meminta tolong dan penyertaan-Nya. Ironis memang, terlebih kalau kita aktif terlibat dalam pelayanan demi pelayanan kepada-Nya.</p>
<p>Melayani-Nya tapi tidak menatap kepada-Nya? Kita perlu dan perlu sekali menatap Dia untuk melihat apa yang harus kita lakukan. Mengatisipasi setiap langkah dan gerak, untuk mencapai setiap tujuan penting dalam hidup yang harus diraih seturut dengan kehendak-Nya.</p>
<p>Tahukah anda, mata Tuhan terus menatap anda dan saya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/refleksiiman.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/refleksiiman.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/refleksiiman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/refleksiiman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/refleksiiman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/refleksiiman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/refleksiiman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/refleksiiman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/refleksiiman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/refleksiiman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/refleksiiman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/refleksiiman.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=refleksiiman.wordpress.com&blog=4493786&post=1&subd=refleksiiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/13/menatap-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>