Kebebasan artinya Keterikatan

12 10 2008

….Kebebasan sejati berada dalam pagar-pagar Allah….

Apakah kebebasan itu? Seringkali manusia menyatakan kebebasannya dengan suatu kondisi yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Bebas, tidak ada paksaan, tidak ada kekangan. Apakah benar demikian?

Memang sepertinya benar. Kalau seseorang itu dinyatakan bebas maka dia sesungguhnya boleh melakukan apapun yang dia inginkan tanpa ada paksaan oleh siapapun. Tetapi kalau direnungkan lebih mendalam, sesungguhnya kebebasan itu juga tidak mutlak bebas. Kebebasan yang sejati sebenarnya ada dalam keterikatan. Kebebasan adalah keterikatan.

Apakah maksudnya? Baca entri selengkapnya »





Miskin yang Kaya

11 10 2008

… Anda adalah orang yang kaya…

Apakah kemiskinan? Negara umumnya dikategorikan miskin atau tidaknya dari pendapatan perkapita. Dengan demikian, definisi kemiskinanpun diukur dengan banyaknya penghasilan yang dimiliki. Definisi kemiskinan ini yang menjadi tolok ukur gaji pegawai terendah pada tiap wilayah kabupaten di Indonesia yang sering diistilahkan dengan UMR (upah minimum regional). Pajak juga diukur dengan pendapat seseorang. Yang bergaji lebih dari 1 juta / bulannya, mulai dikenakan pajak.

Pertanyaannya…, apakah benar definisi tersebut?

Saya mempunyai pemikiran yang lain. Baca entri selengkapnya »





Menelan Kegelapan

8 09 2008

… Kamu adalah terang dunia ….

Maut, kematian, dunia kegelapan seringkali merupakan sebuah identifikasi terhadap perlawanan dan “oposisi” dari Allah itu sendiri. Membicarakan kegelapan dengan lebih “jernih” merupakan kenikmatan tersendiri. Pernahkah anda memikirkan apa itu sebenarnya kegelapan?

Coba buatlah sebuah riset mengenai kegelapan. Seandainya anda membuat sebuah ruangan yang tertutup rapat 100%, sehingga tidak ada sebuah celah kecilpun yang ada sehingga bisa meloloskan diri. Ruangan tertutup itu terbuat dari bahan-bahan yang tidak memungkinkan sesuatu apapun bisa meloloskan diri. Tetapi dalam tempat tertutup rapat itu ditempatkan sebuah lampu. Baca entri selengkapnya »





Terjatuh Keatas

3 09 2008

… tidak perduli berapa kali anda jatuh…, yang terpenting adalah berapa kali anda berdiri …

Pernahkan anda memikirkan bulatan bumi tercinta ini? Seandainya anda berada pada posisi atas bulatan bumi, dan anda memanjat pohon, maka posisi pohon itu lebih tinggi dari bulatan bumi. Kalau anda terjatuh…, pasti jatuh kebawah. Tetapi coba pikirkan kalau anda berada pada bagian bulatan bumi paling bawah. Sebenarnya kaki anda berada diatas dan kepala anda dibawah. Kita tidak menyadarinya…, kenapa? Karena kita berada dalam naungan gravitasi.

Gravitasi ini membuat ketika anda berada dibawah bulatan bumi dan memanjat pohon, ketika terjatuh…, sesungguhnya anda terjatuh keatas. Apakah anda mengerti maksud tulisan ini? Baca entri selengkapnya »





Lari Mundur

1 09 2008

…. aku berlari sekuatnya dalam perlombaan yang ditetapkan bagiku …..

Berlari…

Satu kata sederhana dengan banyak makna. Berlari tentu dengan tujuan yang telah kita tetapkan. Misalnya dalam sebuah perlombaan lari…, tentu mereka berlari dengan target yang telah ditetapkan, dengan tujuan yang jelas.

Tetapi banyak juga yang berlari asal berlari. Berlari dengan tidak tahu tujuannya kemana. Yang paling parah adalah berlari dengan bertolang belakang 180 derajat dari target yang ditetapkan. Semakin jauh ia berlari, semakin jauh juga ia dari target yang telah ditetapkan baginya. Baca entri selengkapnya »





Membaca Koran Bolong

29 08 2008

…. api kesulitan memurnikan iman …

Alkisah ada seorang bapak ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Tetapi apa mau dikata, dunia ini begitu penuh dengan tipu daya, termasuk juga ide dan pemikiran yang dapat meracuni pikiran sang anak. Karena itu, sang bapak coba “melindungi” sang anak dengan cara memproteksi dari informasi-informasi yang bagi sang ayah dapat merusak anaknya. Termasuk koran tentunya.

Apa yang dilakukan sang bapak? Setiap hari, ia bangun pagi-pagi sekali, lalu melahap semua isi koran pagi tersebut. Kemudian menggunting bagian-bagian koran yang dianggapnya kurang baik, setelah itu meletakkan koran tersebut di tempatnya untuk dibaca anaknya.

Apa yang terjadi kemudian? Apakah reaksi sang anak? Bagaimana menurut anda kelanjutan cerita tersebut? Baca entri selengkapnya »





Iklan dan Politik

27 08 2008

…Dari buahnyalah engkau akan mengenal pohonnya….

Mencermati perkembangan iklan di televisi saat ini, apalagi setelah dibukanya keran kampanye untuk periode pemilihan Presiden tahun 2009, menimbulkan eforia baru dalam iklan televisi. Mulai muncul iklan-iklan televisi dengan corak dan warna yang baru, yaitu mengedepankan “kepentingan rakyat”.

Dari yang mulai beriklan dengan orang-orang yang berprestasi, membela rakyat dengan mengedepankan rakyat kecil sebagai wakil mereka dengan menduduki jabatan ketua organisasi tertentu, menunjukkan potensi-potensi di pelosok-pelosok yang perlu dikembangkan dan sebagainya.

Apakah itu sesuatu hal yang tabu? Ataukah memang semestinya demikian?

Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan: Baca entri selengkapnya »