Lari Mundur

1 09 2008

…. aku berlari sekuatnya dalam perlombaan yang ditetapkan bagiku …..

Berlari…

Satu kata sederhana dengan banyak makna. Berlari tentu dengan tujuan yang telah kita tetapkan. Misalnya dalam sebuah perlombaan lari…, tentu mereka berlari dengan target yang telah ditetapkan, dengan tujuan yang jelas.

Tetapi banyak juga yang berlari asal berlari. Berlari dengan tidak tahu tujuannya kemana. Yang paling parah adalah berlari dengan bertolang belakang 180 derajat dari target yang ditetapkan. Semakin jauh ia berlari, semakin jauh juga ia dari target yang telah ditetapkan baginya.

Manusia hidup didunia ini dengan tujuan tertentu, dengan target tertentu dan tugas tertentu. Itu merupakan tugas anda untuk mengetahui apa kewajiban anda di dunia ini. Kalau anda belum mengetahui apa tugas dan tanggung-jawab anda didunia ini, maka celakalah anda. Anda merupakan orang yang paling dikasihani di dunia ini. Mengapa? Ingat dengan contoh berlari kebelakang tersebut. Atau boleh saya sebut: Lari Mundur. Karena anda tidak tahu kemana arah tujuan anda berlari.

Ada perbedaan antara perlombaan lari dengan tugas manusia di dunia sebagai wakil Allah. Anda didunia ini dituntut pertanggung-jawaban dari Allah. Ini yang harus menjadi perenungan kita bersama. Anda tidak bisa berkata: “Yah…, saya santai-santai saja dirumah. Yang penting tidak mengganggu orang lain…, itu sudah baik…”

Tidak saudaraku, anda punya tugas yang harus anda lakukan. Untuk itu Allah telah memberikan bakat dan talenta untuk memperlengkapi saudara. Mungkin anda pintar menyanyi, menyanyilah untuk mempermuliakan Allah. Kalau anda punya bakat komputer, gunakanlah untuk manfaat bagi banyak orang. Anda dituntut pertanggung-jawaban dari Allah atas setiap bakat, talenta, karunia yang telah Allah berikan.

Melarikan diri dari tangung-jawab yang telah Allah berikan, itu berarti anda melepaskan diri dari kasih dan perlindungan Allah. Jiwa anda akan kering, kesepian, ketakutan, merasa tersendiri dan sebagainya. Kondisi yang menyedihkan ini tidak bisa anda halau dari diri anda. Mungkin anda bisa membius diri sejenak melalui pekerjaan, minum-minuman atau bahkan narkoba, tetapi sesungguhnya anda sedang berlari mundur dengan sekencang-kencangnya. Semakin kencang, semakin rusak jiwa dan raga anda.

Dalam riset kedokteran, maka penyakit yang paling merasuk tubuh manusia adalah penyakit pikiran. Pikiran yang risau, kuatir, resah…, merupakan potensi utama untuk memicu penyakit lainnya dalam tubuh anda. Semakin anda berlari mundur, sebenarnya anda sedang semakin menimbun dan memicu berbagai penyakit dalam diri anda sendiri.

Saudaraku, jikalau sekarang anda ada didalam perlombaan lari…, kemanakah arah lari anda?

Iklan

Aksi

Information

5 responses

5 09 2008
acturus

Wew makasih kk Iman Kristen buat artikelnya
Sekalian mewakili beberapa anak dari sekolah ku yang tampaknya menyadur dari blog ini juga hehehe

Terimakasih :p

27 09 2008
lovepassword

@Iman Kristen : Aslinya tulisan kamu ini kalo kamu lagi nggak emosi, bagus juga yah. kalo kamu lebih sabar lagi pasti tulisan kamu tambah keren deh. Tapi setelah tak pikir-pikir kamu sebenarnya lumayan sabar juga sih. Cuma sedikit galak saja. Sedikit.

23 11 2008
Kasih : Yesus vs Muhammad « Islam Kristen: Sebuah Perbandingan

[…] TETAPI mungkin sebagian dari muslim berkata: Kami harus tegakkan keadilan. Itu bisa saja, caranya: rubah arah anda. Silahkan pelajari pandangan Abd Moqsith Ghazali di http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/10/19/kasih-versus-keadilan/ dan mengerti “arah” yang sesungguhnya pada tulisan https://refleksiiman.wordpress.com/2008/09/01/lari-mundur/  […]

2 03 2010
acylchloride

bagaimana saya mahu mengetahui apa talenta saya??kerna saya tidak melihat apa2 talenta dalam diri saya,…tapi saya tidak mahu belari ke belakang,…

26 01 2014
Jonathan Go

Terima kasih untuk refleksi iman ini, benar-benar mengingatkan saya akan seperti apa saya seharusnya :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: