Terjatuh Keatas

3 09 2008

… tidak perduli berapa kali anda jatuh…, yang terpenting adalah berapa kali anda berdiri …

Pernahkan anda memikirkan bulatan bumi tercinta ini? Seandainya anda berada pada posisi atas bulatan bumi, dan anda memanjat pohon, maka posisi pohon itu lebih tinggi dari bulatan bumi. Kalau anda terjatuh…, pasti jatuh kebawah. Tetapi coba pikirkan kalau anda berada pada bagian bulatan bumi paling bawah. Sebenarnya kaki anda berada diatas dan kepala anda dibawah. Kita tidak menyadarinya…, kenapa? Karena kita berada dalam naungan gravitasi.

Gravitasi ini membuat ketika anda berada dibawah bulatan bumi dan memanjat pohon, ketika terjatuh…, sesungguhnya anda terjatuh keatas. Apakah anda mengerti maksud tulisan ini?

Kasus jatuh keatas ini, sebenarnya merupakan gambaran dari sisi kerohanian manusia juga. Malaikat Allah terjatuh keatas karena ingin menjadi seperti Allah. Bagaimana dengan nenek moyang umat manusia? Mereka terjatuh kebawah kemudian terjatuh keatas. Kenapa demikian? Karena mereka mengikuti saran dari Iblis yang menyamar menjadi ular saat itu. Allah diatas, manusia di tengah-tengah dan alam dibawah. Ketika manusia mengikuti perintah ular (alam), maka ia terjatuh kebawah. Kemudian Allah bertanya kenapa mereka melakukan itu? Kerana mereka mau seperti Allah, mau melihat apa yang Allah bisa lihat. Bahkan Adam menuduh Allah-lah yang bersalah karena memberikan Hawa yang membujuk Adam untuk memakan “buah terlarang” itu. Disini sesungguhnya Adam juga telah jatuh keatas, karena ingin seperti Allah.

Dalam konteks dunia saat ini, banyak orang yang terjatuh kebawah. Terbuai dan tertipu oleh tawaran “duniawi”. Menjadi hamba harta, bahkan banyak yang sangkin miskinnya, rela menjual apa saja bahkan harga diri dan kehormatan untuk sesuap nasi. Banyak pejabat yang korupsi, pedagang yang berjualan dengan tidak jujur, mencuri bahkan hingga membunuh…, hanya demi harta saja.

Tetapi manusia sesungguhnya bersifat tidak pernah puas diri. Kalau Tuhan mengijinkan untuk terus, maka dia tidak hanya puas dengan “jatuh kebawah”. Manusia akan lebih jahat lagi. Seorang pejabat yang korupsi dan punya harta belimpah namun bisa bebas dari jerat hukum…, punya harta yang tidak habis tujuh keturunan, akan meminta yang lebih lagi. Dia akan minta lebih daripada harta.

Sekarang mulai gila hormat, gila jabatan. Ingin menjadi penguasa, bila perlu penguasa segalanya. Kalau ada yang tidak menurut padanya, akan segera ditindas dan disingkirkan. Tetapi yang menjilat padanya, akan diberikan jabatan dan posisi yang baik.

Bukankah kita akrab dengan istilah “Harmoko” = “Hari-hari omong kosong”? (Maaf untuk yang punya nama Harmoko). Saya tidak akan melanjutkan dengan istilah lainnya, anda pasti sudah menangkap maksud saya.

Sesungguhnya kita seringkali terjatuh…, baik terjatuh kebawah maupun terjatuh keatas…, baik kita sadari maupun tanpa disadari…

Marilah kita berenung sejenak..

……

Coba perhatikan…, dimana posisi anda sekarang? Sedang terjatuh kebawah? Terjatuh keatas?

Saudaraku…,

…. tidak peduli berapa kali anda terjatuh…, yang penting berdiri lagi. Dan jangan mau jatuh lagi.

Tapi…, kenapa sulit sekali bisa berdiri? Kenapa kita terjatuh terus? Lihatlah semangat kita ketika masih kecil dan mencoba menaiki sepeda. Bukankah kita sering jatuh? Kita tidak pernah menangis, karena keingingan untuk menaiki sepeda lebih besar dari ketakutan akan terjatuh. Kita akan bangkit lagi untuk mencoba.

Anak bayi yang sedang berlatih berjalan juga mengalami hal yang sama. Ia terjatuh terus…, tapi berdiri lagi…, terjatuh lagi… berdiri lagi… dan seterusnya. Setelah bisa berdiri…, tentu dia tidak ingin jatuh lagi.

…… renungkanlah …..

………

…….

Saudaraku…, Allah ingin anda berdiri.

Iklan

Aksi

Information

One response

19 10 2009
jonny

thanks.. He is my everything’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: