Kebebasan artinya Keterikatan

12 10 2008

….Kebebasan sejati berada dalam pagar-pagar Allah….

Apakah kebebasan itu? Seringkali manusia menyatakan kebebasannya dengan suatu kondisi yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Bebas, tidak ada paksaan, tidak ada kekangan. Apakah benar demikian?

Memang sepertinya benar. Kalau seseorang itu dinyatakan bebas maka dia sesungguhnya boleh melakukan apapun yang dia inginkan tanpa ada paksaan oleh siapapun. Tetapi kalau direnungkan lebih mendalam, sesungguhnya kebebasan itu juga tidak mutlak bebas. Kebebasan yang sejati sebenarnya ada dalam keterikatan. Kebebasan adalah keterikatan.

Apakah maksudnya?

Ini dikarenakan kebebasan mutlak tidaklah mungkin dilakukan. Kenapa bisa demikian?

1. Kebebasan tidak berarti kita bisa semaunya melakukan yang kita lakukan. Misalnya anda bertekad dengan kebebasan mutlak, mau membunuh satu orang setiap harinya. Apakah kebebasan itu diperbolehkan?

2. Kebebasan satu orang diperhadapkan dengan kebebasan orang lainnya. Tidaklah mungkin satu orang bisa melakukan sesuatu dengan bebasnya kepada orang lain, karena apa yang dia lakukan, orang lainpun boleh melakukan hal yang sama. Disini kebebasan bisa “bersinggungan atau bertubrukan” dengan kebebasan orang lain.

3. Kebebasan merupakan suatu tanggung-jawab kepada Allah yang memiliki sumber asali dari kebebasan tersebut. Sehingga setiap tingkah laku “bebas” manusia itu haruslah bertanggung-jawab kepada Allah yang empunya sumber kebebasan sejati.

Kalau demikian, bagaimanakah sesungguhnya kebebasan itu?

Kebebasan sejati terjadi kalau anda “mengikatkan diri” dalam pagar-pagar aturan, kasih dan keadilan Allah. Allahlah yang menjadi tolak ukur anda untuk melakukan kebebasan yang Allah berikan kepada anda. Kebebasan andapun pada akhirnya diminta pertangung-jawab dari Allah.

Apa maksudnya?

Pahamilah siapakah Allah itu. Apakah Allah merupakan sumber kejahatan? Apakah Allah memiliki sifat iri, dengki dan sebagainya? Tidak saudaraku. Tidak ada kejahatan dalam diri Allah, yang ada ialah kebaikan. Karena itulah kebebasan harus ditempatkan pada sifat ilahi Allah itu sendiri.

Misalnya, Allah adalah Kasih. Maka anda bebas melakukan tindakan kasih kepada siapapun juga. Anda boleh mengasihi dengan siapapun yang anda inginkan. Ini tidak akan bersinggungan atau bertubrukan dengan kebebasan orang lain. Allah adalah maha pemurah…, maka anda bebas mencerminkan kemurah-hatian diri anda kepada siapapun yang anda inginkan.

Ini artinya kebebasan adalah keterikatan dalam pagar-pagar sifat ilahi Allah itu sendiri.

Seringkali manusia salah mengartikan kebebasan. Misalnya, saya bebas untuk merokok. Apakah betul? Memang merokok merupakan kebebasan anda, tapi ingatlah, orang lain juga punya kebebasan untuk menghirup udara bersih yang bebas polusi asap rokok. Demikian dengan conoth-contoh lainnya yang demikian banyak bisa anda berikan.

Dunia ini akan bersinar terang, kalau masing-masing umat manusia mempergunakan kebebasan mereka dengan benar.

Kalau anda coba renungkan lebih mendalam lagi, penggunaan kebebasan itu akan berakibatkan pada 2 keterikatan. Pertama, kalau anda menggunakan kebebasan pada pagar-pagar sifat ilahi Allah, maka kebebasan anda tetap menjadi kebebasan. Tetapi ketika anda sudah mempergunakan kebebasan anda untuk satu tindakan yang kurang benar…, maka anda sudah terikat pada hal kurang benar yang anda lakukan tersebut.

Misalnya saja, anda seorang yang bebas dari narkoba. Memang anda punya kebebasan untuk melakukan “menghisap” narkoba atau tidak. Selama anda mengikatkan diri pada aturan dan hukum Allah, selama itu juga anda punya kebebasan untuk mau melakukan narkoba atau tidak. Tapi perhatikan kalimat berikut ini: Ketika anda memilih mempergunakan narkoba, saat itu kebebasan anda sesungguhnya sudah anda jual. Anda sudah sungguh-sungguh terikat.

Apa maksudnya? Ketika anda mencoba narkoba, anda bisa katakan anda bebas…, betul. Sekali digunakan, dua kali dan seterusnya, anda menjadi ketagihan dan anda sudah terikat pada narkoba itu sendiri. Anda sesungguhnya sudah tidak bebas lagi, anda sudah terikat untuk tetap dan terus mempergunakan narkoba. Bahkan anda bersedia untuk melakukan apapun, baik itu mencuri hingga menjual diri demi memenuhi “keterikatan” anda terhadap narkoba. Menyedihkan memang….

Karena itu, kebebasan adalah sebuah tanggung-jawab kepada Allah, karena kebebasan sesungguhnya adalah keterikatan.

Berhati-hatilah mempergunakan kebebasan anda. Karena kebebasan selalu berhubungan dengan keterikatan.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda sungguh-sungguh bebas?

Iklan

Aksi

Information

15 responses

15 10 2008
goenoeng

kebebasan absolut adalah milik Tuhan, keterikatan absolut adalah milik mahluk-Nya.
salam

15 10 2008
Jay

Kebebasan …..
Menurut saya adalah tak ada batas.
Keterikatan bukanlah kebebasan

Manamungkin seorang yg terikat, bisa dikatakan bebas…

Contoh :
* Seprang tahanan atau Napi, baru bisa bebas kemana2 setelah habis masa tahanannya atau masa hukumannya…

* Gaji Pulan Rp 2 Juta sebulan… logikanya Mana mungkin si Pulan bisa belanja sebulan diatas Rp 2 Juta.

Tapi itu pendapat saya loooo

Salam kenal aja

15 10 2008
imankristen

Thanks, bisa definisikan arti kebebasan menurut anda?

Salam.

17 10 2008
Islam Indie

hmm, yang saya rasakan sih… dalam kebebasan yang saya miliki ini, saya menemukan dan menyadari kebebasan yang sama tuk orang lain. sehingga dalam kebebasan itu saya jadi ga bebas-bebas amat.. hehehe, bahasanya keanak-anakan banget yaa…
tapi kurleb maksudnya gitu deh..

tapi kemudian apakah itu menjadi keterikatan? saya pikir hanya masalah istilah deh. intinya mah, kebebasan itu ada batas dengan sendirinya. atau yang kita kenal dengan kebebasan yang bertanggungjawab.. ciee..

gitu ga sih mas iman?

17 10 2008
imankristen

Yes… tepat sekali…, thanks..

27 10 2008
Raffaell

Kebebasan, hemmmmmmm…. tidak ada kebebasan 😀

27 10 2008
imankristen

Salam saudaraku…

Terima kasih atas kehadirannya.

Salam.

15 11 2008
Pencari Kebenaran

Konsep kebebasan itu kontekstual, bersyarat, dan tidak mengganggu kebebasan orang lain. Tidak ada kebebasan universal. Mengapa demikian, karena kalau setiap orang mengedepankan kebebasan universal, akan kacaulah dunia ini karena setiap orang merasa dirinya benar.

Jadi bagaimana seharusnya? Pada hal apa saja kita bebas, kapan kita bebas, dan apa batasan yang harus kita ikuti. Tuhan pasti sudah memberikan kisi-kisi kepada manusia, mari kita jadikan itu sebagai pedoman, bukan sebagai simpanan yang hanya disentuh sesekali. Jika kita ingin jadi dokter yang baik, ikutilah petunjuk untuk menjadi dokter yang baik. Kalau ingin menjadi ahli komputer, pelajarilah “guideline” mengenai komputer itu sesering mungkin dan sedalam mungkin. Kalau ingin menjadi manusia yang baik, pelajarilah “guideline” dari Tuhan, dan pastikan itu adalah “guideline” yang lengkap dan benar. Karena di zaman informasi tiada batas seperti sekarang, orang dengan mudah memutarbalikkan fakta. Suatu kesalahan di “expose” di media sebagai kebenaran, dan suatu kebenaran ditutup-tutupi dan tidak di”expose”. Dangkalnya pengetahuan dari panduan yang benar menyebabkan kita lebih mudah tersesat, dan semakin kita tersesat, semakin sulit untuk kembali ke jalan kebenaran.

Mari kita pandang kebebasan itu bedasarkan “guideline” yang benar, niscaya ketentraman akan mengiringi.

7 12 2008
Hikmatun

Salaam. Saya mahu mengajak saudara2 semua berfikir. Tiada satu kitab agama pun dalam dunia ini selain Agama Islam yang kandungannya boleh di HAFAL oleh budak berumur 6 tahun atau 8 tahun dan sebagainya.

Sedangkan kitab AlQuran telah banyak dihafal oleh budak berusia 6 tahun atau 8 tahun dan sewaktu dengannya. itu lah MUKJIZAT AlQuran, tidakkah kamu semua nampak? AlQuran dapat menjadikan hati manusia TERANG, mempunyai daya HAFALAN yang tinggi, masyaAllah.

Dan mukjizat2 AlQuran adalah banyak sehingga kini, termasuklah sebagai pelindung diri, sebagai benteng dari SIHIR, sebagai penghalau JIN DAN SYAITAN dan sebagainya tak terkira. Itulah kalamullah atau kata2 dari Allah S.w.t yang amat dibenci oleh jin kafir dan syaitan2. Tidak kah kamu mengerti wahai manusia??

Saya mahu mengajak pembaca semua agar sudi mengikuti dialog antara muslim dan kristian ini. Dialog ini berlangsung sebanyak 13 sessi / tajuk dari Dialog Muslim dan Kristian 1 hinggalah kepada Dialog Muslim dan Kristian 13. Selamat membaca dan berfikir dengan sebaik mungkin 🙂

Dialog antara Muslim dan Kristian 2

5 01 2009
jelasnggak

@himatun.

Oooooo….

jadi menurut awak kitab yang benar itu, adalah kitab yang isinya bisa dihapal oleh budak 6 tahun…?

Begitukah..?

muslim kalo ngomong kaya makan ketoprak.

Subhahahanah..!

17 01 2010
abu dabhy

Hahahahahahha….
Benar tidaknya suatu agama karena kitabnya bisa dihafal oleh anak kecil……???
Kenyataannya dalam hadist dituliskan bahwa Siti Aisah digauli Muhamad juga pada usia muda..dinikahi 6 tahun kemudian apakah ini juga mujizat????
Justru ayat2 Alquran yg paling banyak digunakan oleh para dukun2 untuk sihir, susuk….

11 06 2010
masamudamasakritis

kalau kata saya kebebasan adalah g terikat ama materi hanya terikat ama tuhan
silahkan kunjungi wordpress kami juga di
http://masamudamasakritis.wordpress.com/

3 04 2012
Menius Dohona

xalom, Tuhan Yesus Memberkati

11 05 2013
yayat

izin copas

19 09 2016
orang Kristen

terima kasih banyak atas teks yang panjang ini itu membantu sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: